• Home
  • Blog
  • Saatnya Membangun Personal Branding Lewat TikTok

Saatnya Membangun Personal Branding Lewat TikTok

Pengguna TikTok sempat menjadi cibiran netizen beberapa bulan kebelakang, pasalnya pengguna TikTok selalu di cap negatif bahkan aneh. Namun seiring berjalannya waktu TikTok semakin banyak penggunanya, tidak hanya berisi konten menghibur tetapi juga konten edukasi. Dengan begini banyak influencer terkenal yang membangun branding di tiktok

Hampir 4 tahun setelah diluncurkan, TikTok mengalami ledakan popularitas. Pada akhir 2019 terdapat 500 juta pengguna aktif di seluruh dunia. Aplikasi ini juga digandrungi oleh berbagai kalangan di Indonesia, mulai dari remaja hingga dewasa.

Hal yang membuat seorang yang ingin membangun branding di TikTok menonjol di antara para pesaing lainnya adalah aplikasi hiburan ini memungkinkan semua orang untuk bisa menjadi kreator karena kesederhanaan dan kemudahannya.

Mengapa TikTok diciptakan?

Misi TikTok adalah untuk merekam dan menyajikan kreativitas serta momen berharga dari seluruh penjuru dunia melalui ponsel. TikTok memungkinkan setiap orang untuk menjadi kreator dan mendorong pengguna untuk membagikan ekspresi kreatif melalui video berdurasi pendek.

Dari perspektif pasar, aplikasi yang berfokus pada video pendek lebih menarik perhatian pengguna karena tidak memakan banyak waktu. Pengguna bisa langsung mengidentifikasi konten pilihan dan beralih ke video lainnya jika tidak tertarik.

Berikut cara membangun personal branding di TikTok yang harus kamu coba :

1. Buatlah Konten yang Beragam dan Menarik

Meski TikTok banyak digunakan sebagai media sosial hiburan, brand dapat membuat konten hiburan untuk pengguna TikTok. 

Walaupun begitu, isinya juga harus diatur agar seimbang. Separuh hiburan separuh lagi untuk video promosi brand tentang produk atau layanan. 

Agar tidak dinilai sebagai konten hard selling, kamu bisa membuat konten tersebut dalam bentuk tutorial penggunaan salah fitur dalam produk. Ini dinamakan konten informasi atau edukasi yang banyak dibuat oleh pengguna.

Dengan menggunakan cara ini kesannya strategi marketing TikTok kamu tidak sepenuhnya jualan. 

2. Gunakan Efek TikTok dalam Postingan

Dengan banyaknya pengguna, brand diharapkan tidak ketinggalan dalam mengikuti tren TikTok, termasuk menggunakan  berbagai efek yang terdapat dalam fitur aplikasi buatan Bytedance tersebut. 

Ada berbagai macam efek yang bisa brand coba dalam membuat video misalkan efek editing, funny, world, animal, trending, new interactive dan sebagainya. 

Jangan lupa TikTok juga menawarkan efek layar hijau yang mengizinkan pengguna mengganti latar belakang video.

3. Perbanyak Komentar di Postingan Orang lain

membangun branding di tiktok

TikTok adalah media sosial yang fleksibel serta menawarkan keterlibatan antar pengguna. 

Kamu dapat memanfaatkan komentar untuk meraih perhatian pengguna asing di akun seseorang. Contohnya, kamu mengomentari video pengguna TikTok atau influencer TikTok. 

Tapi tentunya beri komentar yang baik dan inspiratif agar komentarmu banyak disukai oleh pengguna lainnya.

Sebisa mungkin hindari menulis komentar dengan nada, ”video yang bagus, atau nice video” sebab itu termasuk komentar yang biasa saja tanpa makna. 

Tak hanya di akun TikTok lain, ada baiknya kamu juga selalu merespon komentar followers yang mengikuti postinganmu secara teratur. Itu menyiratkan tanda baik bahwa brand menghargai pendapat pengguna. 

4. Manfaatkan Fitur Duet With Me

membangun branding di tiktok

TikTok menghadirkan suatu fitur dimana pengguna dapat berkolaborasi dengan pengguna lain di seluruh dunia untuk membuat video. 

Brand juga bisa melihat peluang dari fitur ini untuk melakukan kampanye yang sama. 

Brand dapat mengajak pengguna TikTok untuk membuat duet disertai dengan kehadiran influencer yang banyak disukai. 

Bila perlu masukan hashtag dalam kampanye tersebut, dan berikan hadiah bagi pengguna yang kreatif. 

Biasanya dengan cara begitu awareness terhadap brand akan mudah terbangun dan akun TikTok kamu akan banjir dengan jumlah tayangan atau likes.

5. Beriklan lewat TikTok

membangun branding di tiktok

Strategi marketing TikTok selanjutnya yang bisa kamu coba adalah menaruh iklan di platform tersebut. 

Dengan pengguna TikTok yang besar, tentunya iklan kamu bisa ditonton oleh banyak orang bukan? Ada tiga jenis iklan yang dimiliki oleh TikTok yakni: 

Hashtag challenge AdsMelalui iklan ini, pengguna akan melihat iklan banner yang membawa pengguna ke halaman instruksi untuk mengikuti tantangan hashtag tersebut. Dalam iklan ini, brand bisa menargetkan iklan untuk konsumen tertentu

Brand Takeover Ads,  dalam iklan ini menggunakan campuran gambar, GIF dan klip video yang menautkan ke halaman arahan atau tantangan tagar

In feed native Ads, ini merupakan iklan biasa yang selalu tampil di TikTok. Brand bisa menambahkan tautan situs serta memberi kesempatan pengguna untuk langsung memesan produk. Tapi biasanya jenis iklan ini banyak diabaikan oleh pengguna.

6. Gunakan Hashtag yang Relevan

membangun branding di tiktok

Sama seperti media sosial lainnya seperti Twitter dan Instagram, TikTok juga menggunakan hashtag terutama untuk menaikkan challenge yang ada dalam aplikasi tersebut. 

Brand bisa mencoba menggunakan dan mengikuti hashtag ini agar muncul di hasil pencarian hashtag yang sedang viral. 

Biasanya tantangan hashtag yang khas, berupa tantangan menari yang mungkin bisa diikuti oleh para karyawan dari brand bersangkutan.

Semakin kreatif kontennya, maka strategi marketing lewat TikTok akan semakin berhasil dan mendapatkan banyak respon dari pengguna.

Konten video di TikTok memiliki nilai social currency dan visibilitas. Social currency adalah ketika sesuatu membuat seseorang terlihat keren atau baik, maka dia akan membagikannya. Visibilitas adalah ketika sesuatu mudah dilihat, maka orang akan lebih mudah meniru. Platform TikTok mempermudah setiap pengguna untuk saling melihat dan membagikan video karya mereka sendiri dengan kreativitas tanpa batas. Mengikuti challenge dan menciptakan kembali tarian dengan gaya mereka sendiri memberikan social currency untuk para pengguna TikTok.

Melihat fenomena TikTok ini, ke depan mungkin tidak akan bertahan lama jika hanya fitur itu saja yang ditawarkan. Namun melihat perkembangan pesat aplikasi TikTok dengan pertumbuhan jumlah penggunanya. Bukan tidak mungkin aplikasi ini akan tumbuh menjadi sangat besar seperti Instagram dan Facebook. Dan hingga saat ini pun Influencer dan Public Figure sudah mulai menggunakan aplikasi TikTok. Sudah siap beralih ke TikTok? Optimasi TikTok-mu lewat JASAVIRAL.COM

membangun branding di tiktok

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Subscribe today

Subscribe our Newsletter

Dolor sit Mollitia harum ea ut eaque velit.

Trending now

Popular Blog Posts

Dolor sit Mollitia harum ea ut eaque velit.