TikTok Diam-Diam Hapus 780 Ribu Akun, Follower Kamu Bisa Jadi Salah Satunya

2026-05-21 · 3 menit baca · 16 views
TikTok Diam-Diam Hapus 780 Ribu Akun, Follower Kamu Bisa Jadi Salah Satunya

Tanpa peringatan. Tanpa notifikasi. Tanpa penjelasan apapun.

Itulah yang dialami jutaan kreator dan pengguna TikTok di Indonesia ketika mendapati angka followers mereka tiba-tiba turun dalam beberapa waktu terakhir. Bukan karena diretas, bukan karena konten melanggar aturan — melainkan karena TikTok diam-diam menonaktifkan ratusan ribu akun sekaligus atas perintah pemerintah.

Jika followers TikTok kamu ikut berkurang dan kamu ingin segera rebuild, layanan beli followers tiktok menjadi salah satu opsi yang mulai banyak dipilih kreator Indonesia untuk memulihkan angka dengan cepat. Tapi sebelum itu, penting untuk memahami apa yang sebenarnya terjadi.

Baca Juga : Cara Memanfaatkan Fitur Instants Instagram Sebelum Kompetitor Kamu

Kenapa TikTok Lakukan Ini?

Ini bukan kesalahan sistem dan bukan peretasan. TikTok sengaja melakukan penghapusan massal akun sebagai bentuk kepatuhan terhadap regulasi pemerintah Indonesia.

Pemerintah melalui Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak atau yang dikenal sebagai PP Tunas mewajibkan seluruh platform digital besar untuk menonaktifkan akun pengguna yang berusia di bawah 16 tahun.

Delapan platform yang masuk dalam daftar wajib patuh adalah Facebook, Instagram, Threads, X, Bigo Live, YouTube, TikTok, dan Roblox.

TikTok menjadi platform pertama yang melaporkan kepatuhan penuh kepada Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi). Per tanggal 10 April 2026, TikTok resmi menonaktifkan 780.000 akun pengguna berusia di bawah 16 tahun di Indonesia, sebuah angka yang jauh lebih besar dari yang banyak orang perkirakan.

Siapa yang Paling Terdampak?

Tidak semua kreator merasakan dampak yang sama. Kelompok yang paling banyak kehilangan followers adalah mereka yang selama ini membangun audiens dari segmen usia muda.

Akun dengan konten hiburan ringan, gaming, edukasi anak, hingga konten sehari-hari yang banyak dikonsumsi remaja adalah yang paling terpukul. Dalam satu malam, angka followers bisa turun ratusan bahkan ribuan tergantung seberapa besar porsi audiens muda di akun tersebut.

Brand dan seller TikTok Shop yang menargetkan segmen usia remaja juga ikut merasakan dampaknya. Jumlah penonton live, interaksi konten, hingga angka konversi bisa ikut terpengaruh ketika basis audiens tiba-tiba menyusut.

Untuk kreator yang ingin menstabilkan angka followers pasca kejadian ini, platform seperti Jasaviral menyediakan jasa tambah followers TikTok aktif yang bisa membantu mempercepat proses pemulihan akun.

Baca Juga : Beli Followers Instagram : Panduan Lengkap, Harga, dan Tips Memilih Jasa yang Tepat

Apakah Akun yang Dihapus Bisa Aktif Lagi?

Pertanyaan ini yang paling banyak dicari pengguna sejak kebijakan ini ramai dibicarakan.

Secara teknis, pemilik akun yang dinonaktifkan bisa mengajukan verifikasi usia untuk mengaktifkan kembali akunnya. Namun kenyataannya, mayoritas akun yang terdampak adalah milik pengguna yang memang berusia di bawah 16 tahun sehingga kemungkinan besar tidak akan diaktifkan kembali.

Artinya, followers yang sudah hilang bersifat permanen untuk sebagian besar kasus. Tidak ada mekanisme pemulihan otomatis dari TikTok untuk penghapusan yang disebabkan oleh kebijakan ini.

Apakah Ini Akan Terjadi Lagi?

Jawabannya adalah sangat mungkin.

TikTok bukan satu-satunya platform yang diwajibkan mematuhi PP Tunas. Tujuh platform lain termasuk Instagram, YouTube, dan Facebook masih dalam proses implementasi kebijakan yang sama. Artinya, gelombang penghapusan akun massal berikutnya bisa datang dari arah yang berbeda dan dalam skala yang lebih besar.

Selain itu, enforcement PP Tunas tidak berhenti di satu kali pembersihan. Komdigi akan terus memantau kepatuhan platform secara berkala yang berarti penghapusan akun anak bisa kembali terjadi kapan saja seiring pembaruan data pengguna.

Kreator dan brand yang tidak mempersiapkan strategi followers dari sekarang adalah yang paling rentan terdampak di setiap gelombang berikutnya.

Baca Juga : Beli Buzzer Clipper Murah : Konten Viral Tanpa Ribet

Jangan Tunggu Sampai Terdampak Lagi

Penghapusan massal akun TikTok bukan sesuatu yang bisa dicegah, ini kebijakan regulasi yang akan terus berlanjut. Yang bisa dilakukan adalah mempersiapkan diri sebelum gelombang berikutnya tiba.

Bangun followers dari sumber yang aktif, nyata, dan sesuai kebijakan platform sejak sekarang. Dengan fondasi yang kuat, dampak dari setiap pembersihan berikutnya bisa diminimalkan secara signifikan.